Monday, March 23, 2009

Spot Turis Petronas Twin Towers



Ini daerah dimana bis-bis turis sering menurunkan penumpang dan membiarkan mereka berfoto ria. Disini gak ada apa-apa, cuma tempat buat foto-foto dengan latar belakang Petronas Twin Towers doang. Lupa saya nama jalannya.

Wednesday, March 18, 2009

Ibu-Ibu Malaysia Ngisi Ingin

Nah pemandangan kayak begini sih biasa di KL, ibu-ibu mompa ban sendiri di pom bensin. Kalau disini mompa ban gratis, enggak ada tuh tempat mompa ban yang mengharuskan kita mengeluarkan kocek. Beda dengan Jakarta, kayak beginian sudah pasti akan membuka lapangan bisnis and kerja baru, which is good, daripada banyak pengangguran. Tapi yah itu, kita harus mompa sendiri, gampang kok, ibu-ibu ini aja bisa.



Akira Cuci Mobil

Akira saat itu nanya ke saya, boleh enggak dia cuci mobil? Wah tumben nih, ada apa? Ternyata setelah di ingat-ingat saya pernah janji ke dia kalau dia mau cuci mobil sampai bersih saya akan belikan dia mainan kesayangannya, Ultraman. Nah inilah dia in action, Ade nya ikut bantuin. Kasian juga dia kegatelan karena kakinya di gigitan nyamuk, lupa saya ngasih obat nyamuk, untung gak demam berdarah. Dan setelah selesai nyuci mobil dia bilang ke saya, bahwa dia sebenarnya enggak tahan sama tempat nyucinya, karena kotor banget menurut dia, tapi dia tahan-tahanin aja demi Ultraman. Poor Akira.





Mesin Bayar Parkir di Kuala Lumpur

Di KL, rata-rata kita membayar parkir dengan mesin. Ini salah satu mesin parkirnya. Setiap kita mendekati mesin tersebut nanti ada infra merah yang nge detect kehadiran kita, dan men trigger keluarnya suara. Jadi jika kita deket mesin tersebut nanti mesin tersebut ngomong 'selamat datang' dan menyilakan kita untuk memasukkan tiket parkir. Di Jakarta kalau ada mesin kayak begini mungkin sudah di demo oleh serikat pekerja parkir, karena mesin tersebut meng-eliminasikan lapangan pekerjaan di bidang per parkiran.

Akira di Kumon

Akira lagi kumon, adiknya gak keliatan, karena lain meja. Kadang2 keliatan dia kayak marah2 gitu, kesel kali ada yg salah kumon nya. Hari itu juga dia di test kumon bahasa Inggris. Akira kita pindah dari kumon matematik ke kumon bahasa inggris. Kenapa? Soalnya kumon matematiknya menurut saya semakin enggak perlu, dan lagi si Akira marah-marah terus ngerjainnya di rumah. Buat apa kalo enggak enjoy?




Suasana ruangan kumon, sempit dan penuh dengan ortu-ortu atawa baby sitter.


Tangga menuju ke lantai dasar.